online=1Puisi Ws Rendra
=============PUISI PESAN PENCOPET KEPADA
PACARNYA - RENDRA
Sitti,
kini aku makin ngerti
keadaanmu
Tak 'kan lagi aku membujukmu
untuk nikah padaku
dan lari dari lelaki yang miaramu
Nasibmu sudah lumayan
Dari babu dari selir kepala
jawatan
Apalagi?
Nikah padaku merusak
keberuntungan
Masa depanku terang repot
Sebagai copet nasibku untung-
untungan
Ini bukan ngesah
Tapi aku memang bukan bapak
yang baik
untuk bayi yang lagi kau
kandung
Cintamu padaku tak pernah
kusangsikan
Tapi cinta cuma nomor dua
Nomor satu carilah keslametan
Hati kita mesti ikhlas
berjuang untuk masa depan
anakmu
Janganlah tangguh-tangguh
menipu lelakimu
Kuraslah hartanya
Supaya hidupmu nanti sentosa
Sebagai kepala jawatan lelakimu
normal
suka disogok dan suka korupsi
Bila ia ganti kau tipu
itu sudah jamaknya
Maling menipu maling itu biasa
Lagi pula
di masyarakat maling
kehormatan cuma gincu
Yang utama kelicinan
Nomor dua keberanian
Nomor tiga keuletan
Nomor empat ketegasan,
biarpun dalam berdusta
Inilah ilmu hidup masyarakat
maling
Jadi janganlah ragu-ragu
Rakyat kecil tak bisa ngalah
melulu
Usahakan selalu menanjak
kedudukanmu
Usahakan kenal satu menteri
dan usahakan jadi selirnya
Sambil jadi selir menteri
tetaplah jadi selir lelaki yang lama
Kalau ia menolak kau rangkap
sebagaimana ia telah
merangkapmu dengan isterinya
itu berarti ia tak tahu diri
Lalu depak saja dia
Jangan kecil hati lantaran kurang
pendidikan
asal kau bernafsu dan susumu
tetap baik bentuknya
Ini selalu menarik seorang
menteri
Ngomongmu ngawur tak jadi
apa
asal bersemangat, tegas, dan
penuh keyakinan
Kerna begitulah cermin seorang
menteri
Akhirnya aku berharap untuk
anakmu nanti
Siang malam jagalah ia
Kemungkinan besar dia lelaki
Ajarlah berkelahi
dan jangan boleh ragu-ragu
memukul dari belakang
Jangan boleh menilai orang dari
wataknya
Sebab hanya ada dua nilai:
kawan atau lawan
Kawan bisa baik sementara
Sedang lawan selamanya jahat
nilainya
Ia harus diganyang sampai sirna
Inilah hakikat ilmu selamat
Ajarlah anakmu mencapai
kedudukan tinggi
Jangan boleh ia nanti jadi
propesor atau guru
itu celaka, uangnya tak ada
Kalau bisa ia nanti jadi polisi atau
tentara
supaya tak usah beli beras
kerna dapat dari negara
Dan dengan pakaian seragam
dinas atau tak dinas
haknya selalu utama
Bila ia nanti fasih merayu seperti
kamu
dan wataknya licik seperti saya-
nah!
Ini kombinasi sempurna
Artinya ia berbakat masuk politik
Siapa tahu ia bakal jadi anggota
parlemen
Atau bahkan jadi menteri
Paling tidak hidupnya bakal
sukses di Jakarta